Jumat, 08 Januari 2016 15:13
Berita Fakultas
| Dibaca : 295
FIB—Mahasiswa Jurusan Sastra Jepang angkatan 2015 mengikuti Shikenga (Shinnyuusei
Kenshuu Gasuuku) atau pembekalan bagi mahasiswa baru Jurusan Sastra
Jepang. Bersama dengan anggota Himpunan Mahasiswa Jurusan Sastra Jepang
FIB Universitas Andalas, mereka menikmati sejumlah aktivitas di PDIKM
(Pusat Dokumentasi Kebudayaan Minangkabau) Padang Panjang.
Pada Sabtu (19/12/15), peserta Shikenga angkatan 2015 dan mahasiswa Jurusan Sastra Jepang yang belum mengikuti Shikenga pada tahun sebelumnya (angkatan 2013 dan 2014) berangkat menuju lokasi. Keikutsertaan mereka dalam Shikenga ini sebagai syarat untuk mengukuhkan mereka sebagai bagian dari Himpunan Mahasiswa Sastra Jepang FIB Universitas Andalas. Selain untuk masuk dalam Himpunan Mahasiswa Sastra Jepang, peserta Shikenga juga secara otomatis dapat menjadi panitia Bunkasai atau festival kebudayaan Jepang yang diselenggarakan setiap tahun di Universitas Andalas.
Pada Sabtu (19/12/15), peserta Shikenga angkatan 2015 dan mahasiswa Jurusan Sastra Jepang yang belum mengikuti Shikenga pada tahun sebelumnya (angkatan 2013 dan 2014) berangkat menuju lokasi. Keikutsertaan mereka dalam Shikenga ini sebagai syarat untuk mengukuhkan mereka sebagai bagian dari Himpunan Mahasiswa Sastra Jepang FIB Universitas Andalas. Selain untuk masuk dalam Himpunan Mahasiswa Sastra Jepang, peserta Shikenga juga secara otomatis dapat menjadi panitia Bunkasai atau festival kebudayaan Jepang yang diselenggarakan setiap tahun di Universitas Andalas.
PDIKM (Pusat Dokumentasi Kebudayaan Minangkabau) merupakan tempat pelaksanaan shikenga yang ke-11. Sebelumnya, Shikenga berlangsung
di INS Kayu Tanam dan BPTP Solok. Shikenga ke-11 ini mengarah kepada
pengabdian masyarakat. Pada tahun ini, panitia divisi acara mengadakan
pengabdian masyarakat yang berhubungan dengan Jurusan Sastra Jepang.
Pengabdian masyarakat yang dilaksanakan berupa penampilan drama berjudul
Ataka.
Drama ditampilkan di hadapan masyarakat sekitar beserta tamu undangan dari komunitas teater mahasiswa ISI Padang Panjang dan SMA 2 Padang Panjang. Seluruh peserta Shikenga turut andil dalam pengabdian masyarakat bertajuk drama kebudayaan Jepang ini. Masing-masing peserta telah memilih divisinya dan dibantu oleh panitia shikenga. Divisi tersebut terdiri atas sutradara, casting dirrector, manajer, pemain, kru properti, kru wardrobe, kru make up artist, dan kru music dirrector.
Seluruh peserta Shikenga dari masing-masing divisi tersebut didampingi oleh penanggung jawab dari panitia divisi acara. Selama satu bulan peserta Shikenga mempersiapkan penampilan drama Ataka ini. Selama proses latihan berlangsung, panitia beserta senior-senior lainnya juga turut membantu.
Ketua Jurusan Sastra Jepang, Imelda Indah Lestari, S.S, M.Hum. menyampaikan bahwa acara Shikenga merupakan acara senpai dan kouhai. “Acara ini untuk mendekatkan mahasiswa baru dengan senior. Tahun ini pelaksanaan Shikenga berbeda karena mengundang seluruh Unit Kegiatan Mahasiswa FIB Universitas Andalas untuk diperkenalkan kepada peserta. Tentu ini menjadi sesuatu yang baru pada pelaksanaan Shikenga,” tuturnya.
Imelda Indah Lestari juga menyatakan bahwa pada tahun ini Shikenga diusung dengan gagasan-gagasan yang baru, serta rangkaian acaranya yang diperbaiki dari tahun sebelumnya. Menurutnya, ada yang berbeda dari pelaksanaan Shikenga tahun ini. Di samping penampilan drama dari peserta yang mampu menarik perhatian, juga tempat pelaksanaan yang menarik karena selain untuk pembekalan juga bisa untuk belajar mengenai kebudayaan Minangkabau di PDIKM.
Meskipun demikian, Imelda Indah Lestari juga menyarankan agar pembekalan dilaksanakan kurang dari tiga hari. “Jika kita menampilkan suatu pengabdian masyarakat misalnya, lebih baik dikhususkan. Sementara, materi-materi yang diberikan kepada peserta sebaiknya disampaikan melalui benkyoukai,” ujarnya.
Benkyoukai adalah pembekalan kepada mahasiswa baru Jurusan Sastra Jepang. Benkyoukai bertujuan untuk membantu mahasiswa baru untuk belajar di luar jam kuliah dengan bantuan senior.
“Saya sangat mengapresiasi Shikenga untuk tahun ini, seperti materi-materi yang diberikan cukup baru karena pada tahun sebelumnya tidak ada. Materi simulasi bunkasai dan event organizer misalnya. Materi ini sangat penting untuk melatih peserta yang selanjutnya akan menjadi panitia bunkasai. Selanjutnya, ada juga materi budaya karakter yang sangat membantu untuk membentuk kepribadian yang berbudaya bagi mahasiswa baru ini. Kegiatan ini juga membantu untuk melatih kekompakkan sesama teman,” apresiasi Imelda Indah Lestari.
Imelda Indah Lestari juga menyatakan apresiasi kepada dosen Jurusan Sastra Jepang yang turut mendorong terlaksananya Shikenga. “Dukungan dari senseigata sangat membantu acara ini, seperti memberi izin dan kepercayaan kepada HIMA untuk mengangkat acara Shikenga dan bersedia mempercepat jadwal ujian agar acara Shikenga bisa terselenggara. Namun, sebaiknya di tahun depan jangan sampai mengganggu jadwal ujian,” harapnya.
Di sela-sela melatih penampilan drama Ataka, Almiza Dona, alumni Jurusan Sastra Jepang angkatan 2005, memberi pendapatnya mengenai Shikenga tahun ini. “Shikenga menurut saya adalah pembekalan bagi mahasiswa baru ataupun juga peserta. Tak lupa juga penyambutan bagi mahasiswa baru ataupun peserta Hima Sastra Jepang. Seluruh peserta akan secara otomatis diterima menjadi HIMA Sastra Jepang jika telah mengikuti Shikenga ini. Saya merasakan euforia kali ini sangat mengejutkan karena peserta yang bersemangat dengan adanya pengabdian masyarakat berupa penampilan teater yang keseluruhannya melibatkan peserta itu sendiri.”
Lebih lanjut, Almiza Dona berharap agar setiap peserta menyadari bahwa setiap individu mereka adalah hebat. “Banyak orang-orang hebat, namun tidak banyak yang mampu mengajak orang lain hebat juga seperti dirinya sendiri. Pada pembekalan Shikenga ini, saya berharap ada kepedulian yang terbangun terhadap sesama teman untuk menjadi hebat bersama-sama. Saya berharap untuk ke depannya ada penggerak yang mampu mengajak orang lain atau sesamanya juga ikut menjadi orang hebat.”
Sementara itu, Maulluddul Haq, alumni Jurusan Sastra Jepang angkatan 2006 juga menyatakan bahwa Shikenga tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. “Perbedaannya terutama dari pengabdian masyarakat berupa drama kebudayaan Jepang yang tujuan penontonnya adalah masyarakat sekitar, komunitas teater, dan juga ISI Padang Panjang. Tahun ini pengabdian masyarakatnya sangat berhubungan dengan sastra Jepang. Awalnya, saya sempat pesimis dengan persiapan yang sangat singkat, namun setelah dilihat semakin dekat, semangat peserta dan panitia Shikenga membuat saya optimis karena sungguh serius untuk mengangkat Shikenga ini. Sementara itu, antusias dari senior juga tinggi. Meskipun juga ada yang terkendala karena urusan pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan untuk berkenalan dengan mahasiswa baru sastra Jepang. Saya berharap senior-senior sebisa mungkin dapat menyempatkan diri untuk hadir,” ujarnya.
Steering Commite Shikenga, Robi Ikhwan Auladie, Mahasiswa Sastra Jepang angkatan 2012 bahagia dengan terlaksanya Shikenga ini. “Pentingnya shikenga ini adalah penyambutan mahasiswa sastra Jepang untuk masuk ke dalam HIMA Sastra Jepang. Selama ini sambutan yang diterima mahasiswa baru berupa pem-bully-an. Namun, pada tahun ini, cara yang aneh-aneh tersebut sudah dihapuskan. Konteks awal yang tak boleh kita lupakan adalah silaturahim antara senior dan junior. Acara ini bukan merupakan wadah balas dendan antara senior kepada junior. Di tahun ini, segala yang buruk-buruk kita tinggalkan dan kita ganti dengan cara yang baru,” tuturnya.
(Reporter: Dini Alvionita, Editor: Ria Febrina, Admin: Gading Rahmadi)
Drama ditampilkan di hadapan masyarakat sekitar beserta tamu undangan dari komunitas teater mahasiswa ISI Padang Panjang dan SMA 2 Padang Panjang. Seluruh peserta Shikenga turut andil dalam pengabdian masyarakat bertajuk drama kebudayaan Jepang ini. Masing-masing peserta telah memilih divisinya dan dibantu oleh panitia shikenga. Divisi tersebut terdiri atas sutradara, casting dirrector, manajer, pemain, kru properti, kru wardrobe, kru make up artist, dan kru music dirrector.
Seluruh peserta Shikenga dari masing-masing divisi tersebut didampingi oleh penanggung jawab dari panitia divisi acara. Selama satu bulan peserta Shikenga mempersiapkan penampilan drama Ataka ini. Selama proses latihan berlangsung, panitia beserta senior-senior lainnya juga turut membantu.
Ketua Jurusan Sastra Jepang, Imelda Indah Lestari, S.S, M.Hum. menyampaikan bahwa acara Shikenga merupakan acara senpai dan kouhai. “Acara ini untuk mendekatkan mahasiswa baru dengan senior. Tahun ini pelaksanaan Shikenga berbeda karena mengundang seluruh Unit Kegiatan Mahasiswa FIB Universitas Andalas untuk diperkenalkan kepada peserta. Tentu ini menjadi sesuatu yang baru pada pelaksanaan Shikenga,” tuturnya.
Imelda Indah Lestari juga menyatakan bahwa pada tahun ini Shikenga diusung dengan gagasan-gagasan yang baru, serta rangkaian acaranya yang diperbaiki dari tahun sebelumnya. Menurutnya, ada yang berbeda dari pelaksanaan Shikenga tahun ini. Di samping penampilan drama dari peserta yang mampu menarik perhatian, juga tempat pelaksanaan yang menarik karena selain untuk pembekalan juga bisa untuk belajar mengenai kebudayaan Minangkabau di PDIKM.
Meskipun demikian, Imelda Indah Lestari juga menyarankan agar pembekalan dilaksanakan kurang dari tiga hari. “Jika kita menampilkan suatu pengabdian masyarakat misalnya, lebih baik dikhususkan. Sementara, materi-materi yang diberikan kepada peserta sebaiknya disampaikan melalui benkyoukai,” ujarnya.
Benkyoukai adalah pembekalan kepada mahasiswa baru Jurusan Sastra Jepang. Benkyoukai bertujuan untuk membantu mahasiswa baru untuk belajar di luar jam kuliah dengan bantuan senior.
“Saya sangat mengapresiasi Shikenga untuk tahun ini, seperti materi-materi yang diberikan cukup baru karena pada tahun sebelumnya tidak ada. Materi simulasi bunkasai dan event organizer misalnya. Materi ini sangat penting untuk melatih peserta yang selanjutnya akan menjadi panitia bunkasai. Selanjutnya, ada juga materi budaya karakter yang sangat membantu untuk membentuk kepribadian yang berbudaya bagi mahasiswa baru ini. Kegiatan ini juga membantu untuk melatih kekompakkan sesama teman,” apresiasi Imelda Indah Lestari.
Imelda Indah Lestari juga menyatakan apresiasi kepada dosen Jurusan Sastra Jepang yang turut mendorong terlaksananya Shikenga. “Dukungan dari senseigata sangat membantu acara ini, seperti memberi izin dan kepercayaan kepada HIMA untuk mengangkat acara Shikenga dan bersedia mempercepat jadwal ujian agar acara Shikenga bisa terselenggara. Namun, sebaiknya di tahun depan jangan sampai mengganggu jadwal ujian,” harapnya.
Di sela-sela melatih penampilan drama Ataka, Almiza Dona, alumni Jurusan Sastra Jepang angkatan 2005, memberi pendapatnya mengenai Shikenga tahun ini. “Shikenga menurut saya adalah pembekalan bagi mahasiswa baru ataupun juga peserta. Tak lupa juga penyambutan bagi mahasiswa baru ataupun peserta Hima Sastra Jepang. Seluruh peserta akan secara otomatis diterima menjadi HIMA Sastra Jepang jika telah mengikuti Shikenga ini. Saya merasakan euforia kali ini sangat mengejutkan karena peserta yang bersemangat dengan adanya pengabdian masyarakat berupa penampilan teater yang keseluruhannya melibatkan peserta itu sendiri.”
Lebih lanjut, Almiza Dona berharap agar setiap peserta menyadari bahwa setiap individu mereka adalah hebat. “Banyak orang-orang hebat, namun tidak banyak yang mampu mengajak orang lain hebat juga seperti dirinya sendiri. Pada pembekalan Shikenga ini, saya berharap ada kepedulian yang terbangun terhadap sesama teman untuk menjadi hebat bersama-sama. Saya berharap untuk ke depannya ada penggerak yang mampu mengajak orang lain atau sesamanya juga ikut menjadi orang hebat.”
Sementara itu, Maulluddul Haq, alumni Jurusan Sastra Jepang angkatan 2006 juga menyatakan bahwa Shikenga tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. “Perbedaannya terutama dari pengabdian masyarakat berupa drama kebudayaan Jepang yang tujuan penontonnya adalah masyarakat sekitar, komunitas teater, dan juga ISI Padang Panjang. Tahun ini pengabdian masyarakatnya sangat berhubungan dengan sastra Jepang. Awalnya, saya sempat pesimis dengan persiapan yang sangat singkat, namun setelah dilihat semakin dekat, semangat peserta dan panitia Shikenga membuat saya optimis karena sungguh serius untuk mengangkat Shikenga ini. Sementara itu, antusias dari senior juga tinggi. Meskipun juga ada yang terkendala karena urusan pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan untuk berkenalan dengan mahasiswa baru sastra Jepang. Saya berharap senior-senior sebisa mungkin dapat menyempatkan diri untuk hadir,” ujarnya.
Steering Commite Shikenga, Robi Ikhwan Auladie, Mahasiswa Sastra Jepang angkatan 2012 bahagia dengan terlaksanya Shikenga ini. “Pentingnya shikenga ini adalah penyambutan mahasiswa sastra Jepang untuk masuk ke dalam HIMA Sastra Jepang. Selama ini sambutan yang diterima mahasiswa baru berupa pem-bully-an. Namun, pada tahun ini, cara yang aneh-aneh tersebut sudah dihapuskan. Konteks awal yang tak boleh kita lupakan adalah silaturahim antara senior dan junior. Acara ini bukan merupakan wadah balas dendan antara senior kepada junior. Di tahun ini, segala yang buruk-buruk kita tinggalkan dan kita ganti dengan cara yang baru,” tuturnya.
(Reporter: Dini Alvionita, Editor: Ria Febrina, Admin: Gading Rahmadi)
Selengkapnya cek: fib.unand.ac.id
Dini
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor Aenean massa.

0 komentar