Kampus
Lokakarya Pembuatan Proposal PKM Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas 05 Juni 2014
06.26
Kesimpulan
dari pelatihan ini adalah sebagai berikut:
Menulis: kerangka ---> deadline
- *Selesai menulis, catat yang telah
ditulis sebab tak semua ide dapat ditampung dalam pikiran secara utuh, gagasan itu mahal harganya.
- *Seorang penulis adalah seorang pembaca aktif. Sebab dengan membaca dapat melatih indera dalam menulis.
- *Jangan pernah berhenti berfikir, lakukanlah banyak diskusi buku untuk mempertajam daya kritis anda.
- *Jika mandeg, berhentilah menulis lalu istirahat sejenak. Boleh saja jalan-jalan untuk menyegarkan pikiran
- *Banyak-banyak membaca. Ya, lagi-lagi banyak-banyak membaca. Dengan membaca kita dapat melatih kekuatan imajinasi.
-
Karya sastra:
- *Realitas: apa yang terjadi di sekitar
kita. Hal ini juga merupakan pandangan penulis terhadap yang terjadi dalam ruang lingkupnya.
- *Kekuatan imajinasi adalah mengenai sebuah penelitian. Daya ukur hal yang menjadi imajinasi.
Penulis
harus membunuh diri sendiri untuk menjadi penulis yang lebih baik lagi, karena
lawan terberat adalah diri sendiri. Menulis adalah proses menulis dan melupakan
tulisan itu sendiri. Menulis, meleburkan diri dengan lingkungan, dan
menjarakkan diri dengan lingkungan. Menulis adalah hal bolak-balik dengan emosi
dan menjauhinya. Modal menulis adalah imaji atau daya khayal, intuisi atau
perasaan, inspirasi atau ide/ilham, dan daya kritisi atau kejelian/ kepedulian.
Bagi orang lain tidak masalah, tapi bagi kita masalah, lalu itulah yang kita
tulis. Masalah ibarat berlian dalam menulis.
“ ... orang yang berani menulis
adalah mereka yang berani bermimpi, dan bersedia membagi mimpinya kepada orang
lain, adalah mereka yang siap mewujudkan mimpinya tersebut ...” (Anonim)
“Saya sangat berharap ini akan menjadikan orang-orang melihat cerita pendek sebagai seni yang penting, bukan sekadar sesuatu yang kau main-mainkan sampai bisa menulis sebuah novel.” ( Alice Munro, Cerpenis dan Peraih Nobel Sastra Tahun 2013)

0 komentar