Minggu, 14 Februari 2016 20:13
Berita Fakultas
| Dibaca : 91
FIB—Dr.
Hasanuddin, M.Si, selaku Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Budaya bidang
kemahasiswaan mengadakan rapat pendanaan dengan seluruh UKM Fakultas
Ilmu Budaya, HMJ, dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
Dr. Hasanuddin menyatakan bahwa
pendanaan dalam bidang kemahasiswaan mencakup festival kebudayaan,
diskusi UKM dan HIMA, lomba, kegiatan minat dan bakat, PKM, dan
kewirausahaan. “Kegiataan minat dan bakat ini dapat didanai jika
mahasiswa mengadakan kegiatan, seperti pekan seni, pembuatan tabloid,
kepenulisan, dan juga jurnalistik.”
Pendanaan di tahun 2016 ini sesuai
dengan usulan program kerja tahunan yang telah diajukan oleh UKM
Fakultas Ilmu Budaya, HMJ Fakultas Ilmu Budaya, dan juga BEM Fakultas
Ilmu Budaya pada awal tahun 2016.
“Jika mahasiswa ingin mengadakan acara, diusulkan membuat TOR (Term of Referrence) kegiatan,” ujar Wakil Dekan III FIB.
Hal ini dikarenakan acara dan kegiatan
yang dicanangkan akan masuk kalender tahunan bidang III FIB. Panitia
acara juga dianjurkan untuk mempersiapkan minimal satu bulan
pra-eksekusi berupa presentasi teknis dua minggu sebelum acara.
Selain itu, menurut Dr. Hasanuddin, hal
yang terpenting adalah pelaksanaan/eksekusi acara, apakah sesuai dengan
TOR acara yang telah dibuat. “Tak lupa pula setelah segala proses
dilewati, ditulis laporan akhir atau laporan pertanggungjawaban dari
kegiatan yang telah dilaksanakan,” ujar Wakil Dekan III FIB.
Mengenai penataan organisasi, terstruktur dari BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) selaku koordinator atau titik handle yang
menjadi tumpu dari kemahasiswaan Fakultas Ilmu Budaya Unand, HMJ
(Himpunan Mahasiswa Jurusan) yang akan meng-handle di bidang akademik,
dan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) sebagai tempat mengembangkan minat dan
bakat mahasiswa.
Adapun anggaran yang dicanangkan, di
antaranya untuk Lomba Bahasa Inggris nonsasing, yakni lomba yang
diadakan untuk umum di luar mahasiswa Sastra Inggris. Dana anggaran
sekitar 23 juta. Selain itu, Lomba Debat Mahasiswa dengan dana yang
dianggarkan sekitar 8,5 juta; LKTI (Lomba Karya Tulis Ilmiah) atau karya
kreatif dengan dana yang dianggarkan 19 juta; dan Olimpiade lima
jurusan (Sastra Inggris, Sastra Jepang, Sastra Faerah, Sastra Indonesia,
dan Sejarah) dengan dana anggaran sebesar 12,5 juta.
Selain itu, dianggarkan juga dana BAKTI,
agenda tahunan penerimaan mahasiswa baru dengan dana sekitar 36 juta;
juga Abdimas bersama dengan dana anggaran sekitar 22,5 juta; serta
pementasan bersama. Pementasan bersama ini maksudnya adalah pementasan
gabungan seluruh UKM-UKM dalam satu panggung.
Dalam rapat tersebut, juga dibicarakan bahwa semua kegiatan harus bisa dipertanggungjawabkan dengan jelas dan bisa diterima oleh pihak dekanat. Permohonan izin misalnya, harus disertai jaminan keselamtan oleh pihak kampus. Bahkan, ketersediaan transportasi juga harus diurus oleh panitia acara untuk pukul 17.00-21.00 WIB. Tak lupa ketertiban, keamanan, dan kebersihan, juga harus dijaga.
Dalam rapat tersebut, juga dibicarakan bahwa semua kegiatan harus bisa dipertanggungjawabkan dengan jelas dan bisa diterima oleh pihak dekanat. Permohonan izin misalnya, harus disertai jaminan keselamtan oleh pihak kampus. Bahkan, ketersediaan transportasi juga harus diurus oleh panitia acara untuk pukul 17.00-21.00 WIB. Tak lupa ketertiban, keamanan, dan kebersihan, juga harus dijaga.
Menurut Dr. Hasanuddin, penerbitan
surat izin harus disertai penugasan pembina atau dosen pendamping.
Bahkan, pelaksanaan dan laporan juga harus diperhatikan secara tertulis,
berupa laporan dari dosen pembina atau pembimbing acara.
Lebih lanjut, Dr. Hasanuddin menyatakan
bahwa program ini ditujukan kepada mahasiswa aktif dan kreatif selama
proses perkuliahan dan selama menjadi mahasiswa Universitas Andalas.
Tak hanya itu, anggota UKM, HMJ, dan BEM
diharapkan untuk memotivasi seluruh mahasiswa FIB untuk melakukan
program PKM dalam lima bidang, yaitu bidang penelitian, pengabdian,
kewirausahaan, teknologi, dan karya cipta. Pada tahun 2014, sedikitnya
7-15 proposal didanai langsung oleh DIKTI. Pada tahun 2015, sedikitnya
5-10 proposal diajukan dan didanai tahun 2016. Dana alokasi yang
disediakan untuk penelitian sekitar 2,5-12 juta rupiah; dana alokasi
untuk kewirausahaan sekitar 2,5-12 juta rupiah; dana untuk pengabdian
masyarakat sekitar 2,5- 12 juta rupiah; dana untuk teknologi, karya
cipta, dan gagasan juga sekitar 2,5-12 juta rupiah. Oleh karenanya,
Wakil Dekan III berharap agar seluruh mahasiswa FIB memanfaatkan peluang
ini.
(Reporter: Dini Alvionita, Editor: Ria Febrina, Admin: Gading Rahmadi)
Selengkapnya cek: fib.unand.ac.id
Dini
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Aenean commodo ligula eget dolor Aenean massa.

0 komentar